Saham BBCA: Profil Bank Central Asia, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya

BBCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia dengan aset Rp 1.586,8 triliun dan laba bersih Rp 57,5 triliun per akhir 2025.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

Saham BBCA: Profil Bank Central Asia, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merupakan bank swasta terbesar di Indonesia yang beroperasi dalam sektor perbankan. Bank ini menyediakan berbagai layanan perbankan seperti simpanan, pinjaman, dan layanan elektronik.

Ringkasan saham BBCA — per 13 Oktober 2026

KodeNama resmiSektor/subsektorTahun IPOHarga terakhirHarga 1 lotRentang 52 mingguKinerja 1 bulanKinerja 3 bulanKinerja 1 tahunIndeks
BBCAPT Bank Central Asia TbkPerbankan2000Rp 5.950Rp 595.000Rp 4.820 - Rp 8.750-5.9%-4.4%-18.8%Belum ada

Bisnis Bank Central Asia

BCA menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan, termasuk solusi untuk individu dan korporasi. Dengan lebih dari 43 juta rekening dan lebih dari 115 juta transaksi setiap hari, BCA juga berfokus pada inovasi digital yang membuatnya memiliki infrastruktur perbankan digital yang kuat dan andal.

Sejarah singkat dan IPO

Bank ini didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dan pada awalnya bergerak di sektor tekstil sebelum berubah menjadi bank. BCA melaksanakan IPO pada tahun 2000 dan sejak itu telah menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia. Setelah mengalami krisis finansial pada tahun 1998, BCA berhasil pulih setelah mendapatkan bantuan rekapitalisasi dari pemerintah.

Pemegang saham dan manajemen

BCA dikelola oleh keluarga Hartono melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Keluarga ini telah secara bertahap mengambil alih saham pengendali setelah pemerintah mulai melepaskan kepemilikannya pada tahun 2000.

Kinerja keuangan terbaru

Pada akhir 2025, total aset BCA tercatat Rp 1.586,8 triliun dan laba bersih mencapai Rp 57,5 triliun. Sampai Agustus 2026, BCA mencatat laba bersih sebesar Rp 4,92 triliun, mencatatkan pertumbuhan 13,1% secara tahunan. Sepanjang tahun berjalan, akumulasi laba mencapai Rp 40,17 triliun, meningkat 2,85% dibandingkan periode sebelumnya.

Dividen

Belum ada informasi mengenai pembagian dividen terbaru di sumber yang diperiksa. Pembaca dianjurkan untuk memeriksa laporan keuangan resmi untuk informasi lebih lanjut.

Pergerakan harga saham BBCA

Pada 13 Oktober 2026, saham BBCA diperdagangkan di harga Rp 5.950 per lembar, berada di bawah rentang 52 minggu yang berkisar antara Rp 4.820 hingga Rp 8.750. Dalam periode satu bulan terakhir, saham BBCA mengalami penurunan 5,9%.

Berita dan katalis terbaru

BBCA disebut dalam sejumlah rekomendasi dari analis pada tanggal 13 Oktober 2026. Sebelumnya, pada 28 September 2026, terdapat transaksi di pasar negosiasi untuk 1 juta lot saham BCA yang dicatat sebesar Rp 6.212 per lembar.

Pesaing di BEI

Beberapa bank yang berkompetisi di sektor yang sama termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Risiko

BCA menghadapi berbagai risiko yang berhubungan dengan sektor perbankan, termasuk risiko likuiditas dan volatilitas pasar. Kebijakan pemerintah yang ketat serta kemungkinan perubahan regulasi dapat berdampak pada kinerja dan profitabilitas BCA. Masalah-masalah seperti denda dari OJK dan insiden terkait deposito fiktif juga dapat mempengaruhi reputasinya.

Cara beli saham BBCA

Untuk membeli saham BBCA, investor perlu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang telah terdaftar di OJK dan menjadi anggota BEI. Harga untuk 1 lot (100 lembar) saham BBCA adalah Rp 595.000.

FAQ

Apakah BBCA rutin membagikan dividen?

Dividen terakhir untuk BBCA belum diumumkan secara resmi, jadi disarankan untuk memeriksa laporan keuangan untuk informasi terkini.

Berapa harga 1 lot BBCA?

Harga 1 lot (100 lembar) saham BBCA adalah Rp 595.000.

Apakah BBCA termasuk dalam LQ45?

BBCA merupakan bagian dari indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia.

Apa perbedaan antara BBCA dan BMRI?

BBCA lebih fokus pada layanan digital dan perbankan ritel, sementara BMRI memiliki jangkauan yang lebih luas termasuk perbankan korporasi.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.

Sumber

  1. Yahoo Finance
  2. Wikipedia · Bank Central Asia
  3. liputan6.com · Rekomendasi Saham Analis 13 Oktober 2026: BBCA, ADRO, INDF, KLBF, ANTM, MAPA
  4. investor.id · Muncul Nego Saham Bank Central Asia (BBCA)
  5. metrotvnews.com · Cek 6 Rekomendasi Saham untuk Hari Ini: BBCA hingga ANTM
  6. emitennews.com · IHSG dan Harga Saham BBCA Sama-Sama Anjlok di Bawah 6.000
  • #BBCA
  • #Bank Central Asia
  • #perbankan
  • #saham
  • #Indonesia
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.