Qivalis Kantongi Izin EMI buat Terbitkan Stablecoin Euro

Konsorsium bank Eropa Qivalis dapat lisensi EMI dari bank sentral Belanda, langkah penting sebelum rilis stablecoin euro di bawah MiCA.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

Qivalis Kantongi Izin EMI buat Terbitkan Stablecoin Euro

Konsorsium perbankan Eropa Qivalis mendapat izin Electronic Money Institution (EMI) dari De Nederlandsche Bank (DNB), bank sentral Belanda. Pengumuman itu disampaikan perusahaan yang berbasis di Amsterdam ini pada Rabu, 14 Oktober 2026, lewat keterangan yang dibagikan ke Cointelegraph.

Izin tersebut membawa Qivalis selangkah lebih dekat untuk menerbitkan stablecoin berdenominasi euro. Dengan lisensi EMI, perusahaan akan berada di bawah pengawasan berkelanjutan DNB dan berhak menerbitkan token uang elektronik dalam euro.

Apa itu izin EMI dan kenapa penting

EMI adalah jenis lisensi di Eropa yang membolehkan sebuah entitas menerbitkan uang elektronik, bukan cuma menyalurkan pembayaran. Di konteks kripto, lisensi ini jadi salah satu syarat sebelum perusahaan bisa menerbitkan stablecoin yang diakui secara resmi di bawah Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA), kerangka aturan kripto Uni Eropa.

Bagi Qivalis, EMI dari DNB berarti dua hal. Pertama, perusahaan kini diawasi langsung oleh otoritas keuangan resmi. Kedua, mereka memenuhi salah satu prasyarat utama sebelum bisa menerbitkan token uang elektronik euro sesuai MiCA.

Meski begitu, izin ini belum berarti stablecoin siap edar dalam waktu dekat. Qivalis masih harus memenuhi syarat tambahan di bawah MiCA dan mempublikasikan white paper resmi sebelum penerbitan bisa dimulai. Perusahaan menyebut proses ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan, tanpa memberi tanggal pasti.

Siapa di balik Qivalis

Qivalis bukan perusahaan tunggal, melainkan konsorsium yang dibentuk oleh sejumlah bank di Eropa. Pada Mei 2026, konsorsium ini menambah 25 bank baru dari 15 negara, sehingga total ada 37 institusi perbankan yang mendukungnya. Skala dukungan ini membedakan Qivalis dari penerbit stablecoin pada umumnya yang biasanya didukung satu perusahaan fintech atau exchange saja.

CEO Qivalis, Jan-Oliver Sell, menjelaskan alasan di balik proyek ini. "Kami percaya Eropa harus punya aset penyelesaian on-chain berdenominasi euro yang diterbitkan di bawah hukum Eropa dan tunduk pada standar regulasi Eropa," katanya, menurut keterangan yang dikutip Cointelegraph.

Pernyataan itu menunjukkan motivasi yang lebih luas dari sekadar bisnis stablecoin biasa. Qivalis tampak ingin memastikan infrastruktur penyelesaian digital di Eropa tidak sepenuhnya bergantung pada aset yang diterbitkan dan diatur di luar yurisdiksi Eropa.

Pasar stablecoin masih dikuasai dolar AS

Data yang dikutip dari DefiLlama menunjukkan skala tantangan yang dihadapi Qivalis. Kapitalisasi pasar Tether USDt (USDT) saat ini mencapai $183 miliar, atau lebih dari 60% dari total pasar stablecoin senilai $303 miliar. Artinya, mayoritas aktivitas on-chain yang memakai stablecoin saat ini masih berbasis dolar AS.

Dominasi ini bukan kebetulan. Stablecoin dolar seperti USDT sudah lebih dulu eksis, punya likuiditas mendalam di hampir semua exchange, dan jadi standar de facto untuk trading pair di pasar kripto global. Qivalis masuk ke pasar ini dengan pendekatan berbeda, bukan satu perusahaan fintech melainkan konsorsium bank dengan dukungan regulasi langsung dari otoritas Eropa.

Pendekatan semacam ini berpotensi menarik institusi keuangan Eropa yang ingin memakai stablecoin tapi enggan terlalu bergantung pada penerbit yang diawasi regulator di luar Eropa. Namun untuk bisa bersaing dengan USDT dari sisi likuiditas dan adopsi di exchange, Qivalis masih punya jalan panjang.

Tahapan yang masih harus dilewati

Izin EMI dari DNB adalah fondasi administratif sebelum Qivalis bisa mengajukan status penerbit penuh di bawah MiCA untuk token uang elektronik euro. Setelah EMI, perusahaan masih perlu menyiapkan dan mempublikasikan white paper yang menjelaskan mekanisme stablecoin tersebut ke calon pengguna, sebagaimana disyaratkan regulasi, sebelum token benar-benar bisa diterbitkan ke publik.

Qivalis sendiri belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran. Perusahaan hanya menyebut penerbitan direncanakan dalam beberapa bulan ke depan, dengan catatan masih tunduk pada syarat tambahan MiCA yang berlaku.

Apa artinya buat trader

Stablecoin euro dari Qivalis belum jadi instrumen trading dalam waktu dekat karena izin yang didapat baru tahap EMI, bukan izin penerbitan token. Yang perlu dipantau adalah publikasi white paper resmi Qivalis dan kepastian tanggal peluncuran yang menurut perusahaan ditargetkan dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi yang memperdagangkan pasangan stablecoin atau memanfaatkan stablecoin untuk arbitrase lintas exchange, kemunculan stablecoin euro yang diawasi penuh regulator Eropa bisa menambah pilihan di luar USDT, terutama untuk transaksi yang melibatkan institusi keuangan Eropa. Namun likuiditasnya kemungkinan masih jauh di bawah stablecoin dolar pada tahap awal, mengingat dominasi USDT yang sudah menguasai lebih dari 60% pasar senilai $303 miliar.

Risiko yang perlu diperhatikan termasuk kemungkinan proses pemenuhan syarat MiCA molor dari jadwal yang disebutkan perusahaan, serta adopsi awal yang biasanya lambat untuk stablecoin baru sebelum benar-benar terintegrasi ke exchange-exchange besar tempat trader biasa bertransaksi.

Pertanyaan seputar izin EMI Qivalis

Apa itu izin EMI yang didapat Qivalis?

EMI atau Electronic Money Institution adalah lisensi dari otoritas keuangan Eropa yang membolehkan perusahaan menerbitkan uang elektronik, termasuk token uang elektronik berbasis euro. Qivalis mendapatkannya dari De Nederlandsche Bank, bank sentral Belanda.

Kapan stablecoin euro Qivalis akan dirilis?

Qivalis menyebut rencana penerbitan akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan, tapi masih tergantung pemenuhan syarat tambahan di bawah MiCA dan publikasi white paper resmi.

Seberapa besar dominasi stablecoin dolar AS saat ini?

Menurut data DefiLlama yang dikutip Cointelegraph, kapitalisasi pasar USDT saja mencapai $183 miliar, lebih dari 60% dari total pasar stablecoin yang bernilai $303 miliar.

Siapa yang mendukung Qivalis?

Qivalis adalah konsorsium perbankan Eropa. Pada Mei 2026, mereka menambah 25 bank baru dari 15 negara, sehingga total ada 37 institusi yang mendukung konsorsium ini.

Sumber

  1. Cointelegraph · Qivalis receives EMI authorization from Dutch central bank for euro stablecoin
  • #stablecoin
  • #MiCA
  • #Qivalis
  • #euro
  • #regulasi kripto
  • #DNB
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.