Remitansi Kripto Kanada ke Asia Melonjak 141% Jadi $2,36 Miliar
Chainalysis mencatat transfer kripto senilai remitansi dari Kanada ke India, China, dan Filipina naik 141% jadi $2,36 miliar dalam setahun hingga Juni 2026.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
Transfer kripto senilai remitansi dari Kanada ke India, China, dan Filipina melonjak 141% secara tahunan menjadi $2,36 miliar dalam 12 bulan yang berakhir Juni 2026. Angka ini muncul dari laporan terbaru Chainalysis yang membedah bagaimana pembayaran aset digital makin menembus tiga koridor remitansi terbesar dunia.
Ketiga negara ini menyumbang 194% dari total nilai stablecoin lintas batas yang keluar dari Kanada, melonjak dari hanya 10,9% pada periode sebelumnya. Total transaksinya mencapai 3,56 juta kali dengan rata-rata nilai $663 per transaksi.
Dalam laporan ini, Chainalysis mendefinisikan transfer 'senilai remitansi' sebagai transfer Bitcoin dan stablecoin di atas $10.000 yang masuk atau keluar dari dompet pribadi, bukan dari bursa atau institusi. Pendekatan ini dipakai supaya datanya lebih mendekati pola kiriman uang personal, bukan aktivitas trading atau kustodian institusional.
Lonjakan khusus ke Filipina
Kepala riset Chainalysis, Eric Jardine, membagikan data tambahan kepada Cointelegraph soal koridor Kanada-Filipina. Transfer kripto dari Kanada ke Filipina saja mencapai $61,02 juta lewat 73.564 transaksi sepanjang 12 bulan hingga Juni 2026. Nilainya naik 28% secara tahunan, sementara jumlah transaksinya melonjak lebih tinggi lagi, 34,7%.
Kenaikan jumlah transaksi yang lebih cepat dari kenaikan nilai total berarti rata-rata nominal per transfer ke Filipina justru menyusut dibanding tahun sebelumnya. Pola ini sejalan dengan rata-rata keseluruhan koridor Kanada-Asia yang disebut laporan tersebut, yakni $663 per transaksi.
Kenapa Kanada jadi koridor P2P terkuat di G7
Chainalysis menempatkan Kanada sebagai ekonomi peer-to-peer (P2P) kripto terkuat di antara negara-negara G7. Istilah P2P di sini merujuk pada transfer aset kripto yang terjadi langsung antar dompet pribadi tanpa melalui bursa terpusat, sehingga lebih mencerminkan penggunaan kripto untuk transaksi riil ketimbang aktivitas trading semata.
Dua faktor yang disebut Chainalysis sebagai pendorong adopsi adalah besarnya populasi kelahiran luar negeri Kanada dan tingginya biaya layanan remitansi tradisional. Sekitar 23% populasi Kanada lahir di luar negeri, proporsi tertinggi di antara anggota G7.
"Koridor remitansi ke India, Filipina, Nigeria, Pakistan, dan China sangat banyak digunakan," kata Morva Rohani, direktur eksekutif Canadian Web3 Council, dalam laporan tersebut.
Chainalysis mengutip data World Bank yang menyebut biaya rata-rata mengirim uang dari Kanada mencapai 6,7% dari nilai kiriman. Biaya settlement di jaringan blockchain disebut relatif rendah, tapi laporan itu mengingatkan bahwa angka tersebut belum memperhitungkan biaya konversi mata uang dan pencairan tunai di negara tujuan. Artinya, selisih biaya riil antara jalur kripto dan jalur bank konvensional bisa lebih kecil dari yang terlihat di atas kertas.
Stablecoin makin mendominasi volume transfer
Laporan itu juga mencatat stablecoin menyumbang 44% dari volume order book berbasis dolar Kanada pada Juni 2026, naik dari 30% setahun sebelumnya. Stablecoin adalah token kripto yang nilainya dipatok ke aset stabil seperti dolar AS, sehingga sering dipakai untuk transfer nilai tanpa terpapar volatilitas harga Bitcoin atau aset kripto lain.
Kenaikan porsi stablecoin ini sejalan dengan tren global: makin banyak orang memakai stablecoin untuk kirim uang lintas negara karena settlement-nya cepat dan biayanya relatif rendah dibanding jalur perbankan konvensional yang bisa makan waktu berhari-hari.
Catatan metodologi yang perlu diperhatikan
Chainalysis menemukan bahwa aktivitas P2P domestik Kanada mengikuti pola perubahan jumlah pemegang visa sementara sejak pertengahan 2021. Firma ini secara eksplisit mengingatkan bahwa hubungan tersebut bersifat korelasional, bukan kausal, sehingga belum tentu satu faktor langsung menyebabkan yang lain.
Jardine juga menjelaskan ke Cointelegraph bahwa Chainalysis sengaja tidak membatasi analisisnya hanya pada transfer dengan nominal terkecil. Alasannya, pembatasan semacam itu berisiko 'menghilangkan nilai remitansi yang sesungguhnya'. Pendekatan ini membuat cakupan data Chainalysis lebih luas dibanding riset remitansi lain yang kadang hanya fokus pada transfer kecil di bawah ambang tertentu.
Bagian dari tren stablecoin global yang lebih besar
Temuan soal Kanada ini melengkapi riset Chainalysis sebelumnya yang menunjukkan aliran stablecoin lintas batas secara global naik 77,5% menjadi $220,3 miliar dalam setahun hingga Juni 2026. Lonjakan di koridor Kanada-Asia jadi salah satu contoh konkret dari tren adopsi stablecoin untuk remitansi yang terjadi di berbagai belahan dunia, bukan fenomena yang berdiri sendiri.
Apa artinya buat trader
Untuk trader dan investor kripto di Indonesia, data ini relevan karena menunjukkan permintaan riil terhadap stablecoin di luar aktivitas trading spekulatif. Beberapa hal yang bisa dipantau:
- Laporan Chainalysis berikutnya soal koridor remitansi Asia, termasuk apakah Indonesia mulai muncul dalam data serupa.
- Pergerakan pangsa stablecoin dalam volume order book, sebagai indikator adopsi di luar spekulasi harga.
- Kebijakan regulasi stablecoin di negara tujuan remitansi seperti Filipina, India, dan China, karena perubahan aturan bisa memengaruhi volume transfer P2P.
- Selisih biaya dan kecepatan antara remitansi berbasis kripto dan jalur bank tradisional, sebagai variabel yang bisa mempercepat atau menahan adopsi lebih lanjut.
Data remitansi semacam ini biasanya bergerak lambat dan tidak langsung memengaruhi harga aset kripto dalam jangka pendek. Tapi angka seperti ini bisa jadi sinyal struktural soal ke mana permintaan stablecoin bergerak dalam beberapa tahun ke depan.
Apa itu transfer kripto 'senilai remitansi'?
Chainalysis mendefinisikannya sebagai transfer Bitcoin dan stablecoin di atas $10.000 yang bergerak ke atau dari dompet pribadi, bukan bursa atau institusi, sehingga lebih mendekati pola kiriman uang personal ketimbang aktivitas trading.
Kenapa Kanada unggul dibanding negara G7 lain?
Chainalysis mengaitkannya dengan populasi kelahiran luar negeri Kanada yang mencapai 23%, tertinggi di G7, ditambah biaya remitansi tradisional yang menurut World Bank rata-rata 6,7% dari nilai kiriman.
Seberapa besar lonjakan ke Filipina secara spesifik?
Transfer Kanada ke Filipina naik 28% menjadi $61,02 juta, dengan jumlah transaksi melonjak lebih tinggi lagi, 34,7%, menjadi 73.564 transaksi dalam 12 bulan hingga Juni 2026.
Sumber
- Cointelegraph · Canada crypto remittances to Asian countries surge 141% to $2.36B: Chainalysis
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.