Richard Heart, Pendiri Hex, Ditangkap di Istanbul atas Red Notice Interpol
Polisi Turki menyita $4 juta tunai dan 64 jam tangan mewah saat menangkap pendiri Hex dan PulseChain itu bersama istrinya di Istanbul.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
Richard Heart, pendiri proyek kripto Hex, PulseChain, dan PulseX, ditangkap di Istanbul pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam operasi gabungan polisi dan intelijen Turki. Penangkapan ini pertama kali dilaporkan media lokal Turki, lalu dikutip ulang oleh CoinDesk, Decrypt, dan The Block.
Menurut laporan Daily Sabah yang mengutip kantor berita Turki IHA, penangkapan dilakukan berdasarkan Red Notice Interpol yang diajukan otoritas Finlandia pada 2024. Heart dilaporkan menghadapi tuduhan penipuan pajak berat alias aggravated tax fraud di negara itu. CoinDesk menambahkan, kasus yang menjeratnya juga menyangkut tuduhan penyerangan atau assault.
Heart ditangkap bersama istrinya di kediaman mereka di kawasan Beşiktaş, salah satu distrik yang membentang di sisi Eropa kota Istanbul. The Block mencatat, sampai laporan itu diturunkan, kepolisian Turki belum memberi konfirmasi resmi soal penangkapan tersebut, meski sejumlah media lokal sudah memberitakannya secara luas.
Dasar hukum penangkapan: Red Notice Interpol
Red Notice Interpol bukan surat perintah penangkapan internasional yang mengikat secara hukum. Dokumen ini pada dasarnya adalah permintaan kepada otoritas di negara-negara anggota Interpol untuk mencari dan menahan sementara seseorang, sambil menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum lanjutan dari negara yang mengajukan permintaan.
Dalam kasus Heart, permintaan itu datang dari Finlandia pada 2024, dua tahun sebelum penangkapan benar-benar terjadi di Istanbul. Jeda waktu yang panjang seperti ini lazim terjadi pada kasus Red Notice, karena penegakannya bergantung pada kapan otoritas setempat berhasil melacak keberadaan orang yang dicari, bukan otomatis begitu notice diterbitkan. Decrypt dan CoinDesk sama-sama menyebut tuduhan pajak berat sebagai dasar utama permintaan Finlandia, sementara detail lengkap soal proses hukum lanjutan di Turki belum dirinci kedua sumber.
Barang sitaan dari kediaman di Beşiktaş
Media Turki melaporkan aparat menyita sejumlah barang bernilai tinggi dari rumah Heart, antara lain:
- Sekitar 4 juta dolar AS dalam bentuk tunai
- 64 jam tangan mewah
- Senjata api
- Ponsel dan peralatan elektronik
- Perhiasan
Decrypt menyebut penyitaan ini sebagai bagian dari operasi yang melibatkan baik polisi maupun petugas intelijen Turki, menandakan skala investigasi yang cukup besar untuk kasus lintas yurisdiksi semacam ini. Jumlah dan jenis barang yang disita, terutama koleksi jam tangan mewah dalam jumlah besar, sejalan dengan citra publik Heart yang selama ini dikenal kerap memamerkan gaya hidup mewah di media sosial.
Siapa Richard Heart dan proyek-proyeknya
Heart mulai dikenal luas di komunitas kripto sejak 2017 lewat Hex, token yang ia klaim sebagai semacam sertifikat deposito versi blockchain, yakni cara menyimpan aset dengan janji imbal hasil kalau dikunci dalam jangka waktu tertentu. Dari fondasi itu ia memperluas jangkauannya dengan meluncurkan PulseChain, jaringan blockchain hasil fork dari Ethereum, serta PulseX, bursa terdesentralisasi yang berjalan di atas PulseChain.
Ketiga proyek ini membangun basis komunitas yang cukup loyal, sebagian terbentuk lewat gaya promosi Heart yang flamboyan dan kerap kontroversial di media sosial. Namun proyek yang sama juga berulang kali menjadi sorotan regulator di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat seperti yang dibahas di bagian berikut.
Rekam jejak masalah hukum sebelum penangkapan ini
Penangkapan di Istanbul bukan kali pertama Heart berurusan dengan otoritas penegak hukum terkait aktivitas kriptonya. Menurut Decrypt, Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC pernah menuduh Heart pada 2023 telah menghimpun dana lebih dari 1 miliar dolar AS lewat penawaran aset kripto yang tidak terdaftar. SEC belakangan menghentikan kasus tersebut, meski sumber tidak merinci alasan penghentiannya maupun kapan tepatnya keputusan itu diambil.
Kini giliran otoritas Finlandia yang mengejarnya lewat jalur Interpol atas tuduhan pajak yang berbeda dari kasus SEC. Pola ini menunjukkan proyek-proyek yang dipimpin Heart sudah lama berada dalam radar pengawasan lintas negara, bukan cuma dari satu yurisdiksi saja.
Skenario yang perlu dipantau
Ada beberapa kemungkinan perkembangan yang pantas diawasi dari kasus ini.
Pertama, konfirmasi resmi dari kepolisian Turki. The Block mencatat, sampai artikelnya naik, polisi belum memberi pernyataan resmi soal status penangkapan Heart, sehingga detail soal pasal yang dikenakan maupun proses hukum berikutnya di Turki masih bisa berubah.
Kedua, kelanjutan proses ekstradisi ke Finlandia. Kalau permintaan Finlandia diproses lebih lanjut, Heart berpotensi menghadapi persidangan di sana atas tuduhan penipuan pajak berat, meski sumber tidak menyebut jangka waktu atau mekanisme hukum yang akan ditempuh otoritas Turki maupun Finlandia selanjutnya.
Ketiga, respons dari tim dan komunitas Hex, PulseChain, serta PulseX. Proyek yang dibangun di sekitar figur pendiri tunggal cenderung rentan terhadap sentimen negatif kalau sang pendiri terjerat masalah hukum serius, meski sumber tidak menyediakan data pergerakan harga token-token tersebut pascakabar penangkapan ini.
Apa artinya buat trader
Berita ini relevan buat siapa pun yang memegang token Hex, atau berinteraksi dengan jaringan PulseChain dan PulseX, karena menyangkut risiko hukum dan reputasi yang melekat pada figur pendirinya. Beberapa hal konkret yang bisa dipantau:
- Pernyataan resmi dari kepolisian Turki soal status penangkapan dan pasal yang dikenakan ke Heart.
- Perkembangan proses hukum di Finlandia, termasuk apakah permintaan ekstradisi benar-benar diajukan dan diproses.
- Pengumuman resmi dari tim Hex, PulseChain, atau PulseX soal kelanjutan operasional proyek pascapenangkapan pendirinya.
- Pemberitaan lanjutan dari media kripto seperti CoinDesk, Decrypt, dan The Block yang kemungkinan akan memverifikasi detail yang masih simpang siur, termasuk soal tuduhan assault yang disebut CoinDesk.
Sampai ada kejelasan lebih lanjut, status hukum Heart tetap berada di area abu-abu: ditahan menurut laporan media lokal Turki, namun belum dikonfirmasi langsung oleh kepolisian setempat.
Sumber
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.