Saham AMMN: Profil Amman Mineral, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
AMMN turun 52,8% dalam setahun ke Rp3.740 usai IHSG anjlok akibat usulan MSCI. Ini profil lengkap bisnis tambang tembaga-emas Amman Mineral.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
AMMN adalah kode saham PT Amman Mineral Internasional Tbk, perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Perusahaan ini mengoperasikan tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, lengkap dengan smelter dan fasilitas pemurnian emas sendiri. Sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Juli 2023.
Ringkasan saham AMMN
Per 18 Oktober 2026:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kode | AMMN |
| Nama resmi | PT Amman Mineral Internasional Tbk |
| Sektor/Subsektor | Pertambangan tembaga dan emas |
| Tahun IPO | 2023 (Juli) |
| Harga terakhir | Rp3.740 per lembar |
| Harga 1 lot | Rp374.000 |
| Rentang 52 minggu | Rp2.710 - Rp8.450 |
| Kinerja 1 bulan | -23,7% |
| Kinerja 3 bulan | -5,1% |
| Kinerja 1 tahun | -52,8% |
| Rata-rata volume harian (3 bulan) | 74,83 juta lembar |
| Indeks (LQ45/IDX30) | belum ada di sumber yang kami cek |
Bisnis Amman Mineral
Amman Mineral adalah operator tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Menurut Wikipedia Indonesia, hingga akhir 2023 perusahaan ini menguasai cadangan bijih sebanyak 2,174 miliar ton di Pulau Sumbawa.
Dulu bisnis inti perusahaan adalah menjual konsentrat tembaga mentah. Sejak smelter di Benete, Sumbawa Barat, beroperasi penuh, AMMN mulai menjual produk hilir berupa katoda tembaga dan emas olahan lewat precious metals refinery (PMR) miliknya. Pergeseran dari penjualan konsentrat ke produk olahan inilah yang membuat margin perusahaan melebar tajam pada 2026, seperti tercermin dalam riset UOB Kay Hian yang dikutip Kompas.com.
AMMN juga punya unit usaha energi terbarukan berskala kecil, yaitu PLTS berkapasitas 26,8 MWp yang mulai beroperasi pada 2022 untuk mendukung operasional tambang.
Sejarah singkat dan IPO
Perusahaan ini berdiri pada September 2015. Setahun berikutnya, pada 2016, Amman Mineral mengakuisisi 82,2% saham Newmont Nusa Tenggara senilai 2,6 miliar dollar AS, lalu mengubah nama entitas tersebut menjadi Amman Mineral Nusa Tenggara. Pada 2020, kepemilikan saham di entitas itu dinaikkan menjadi 99,99%.
Langkah hilirisasi dimulai pada 2019 lewat PT Amman Mineral Industri, yang mengakuisisi lahan seluas 145 hektare di Benete, Sumbawa Barat, untuk lokasi smelter. Kontrak EPC pembangunan smelter diteken pada 2021. Smelter tersebut akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2024.
AMMN resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2023, menjadikannya salah satu emiten tambang logam dasar yang relatif baru di BEI.
Pemegang saham dan manajemen
Sumber yang kami cek tidak mencantumkan rincian komposisi pemegang saham saat ini maupun susunan direksi dan komisaris AMMN. Investor yang butuh data ini disarankan mengecek laporan tahunan atau keterbukaan informasi resmi perusahaan di idx.co.id.
Kinerja keuangan terbaru
Berdasarkan riset UOB Kay Hian Sekuritas tertanggal 23 September 2026 yang dikutip Kompas.com (28 September 2026), kinerja AMMN pada kuartal II 2026 menunjukkan pemulihan tajam:
- Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai 337,8 juta dollar AS, naik 110,9% dibanding kuartal I 2026. Pada kuartal II 2025, AMMN masih merugi 10 juta dollar AS.
- Penjualan bersih kuartal II 2026 mencapai 1,24 miliar dollar AS, naik 54% secara kuartalan dan 589,6% secara tahunan.
- Laba kotor naik 81,6% secara kuartalan menjadi 622 juta dollar AS, dengan margin laba kotor melebar ke 50% dari 42,4% pada kuartal I 2026.
- Beban operasional justru turun 4,4% secara kuartalan menjadi 27 juta dollar AS, membuat laba operasional naik 89,3% secara kuartalan menjadi 595 juta dollar AS dengan margin 47,8%.
- EBITDA melonjak 1.207% secara tahunan menjadi 1,13 miliar dollar AS, meski analis UOB Kay Hian Benyamin Mikael mencatat lonjakan ini terjadi dari basis yang rendah karena smelter baru kembali beroperasi pada kuartal IV 2025.
Secara kumulatif, laba bersih semester I 2026 tercatat 498 juta dollar AS, berbalik dari rugi 149 juta dollar AS pada semester I 2025. Volume penjualan konsentrat kuartal II 2026 mencapai 90.066 dry metric tonnes (dmt), hampir tiga kali lipat dari 30.013 dmt pada kuartal I 2026.
Benyamin Mikael menulis dalam risetnya, "Kinerja pada paruh pertama 2026 sejalan dengan konsensus pasar dan estimasi kami." Laba semester I 2026 itu disebut telah mencerminkan sekitar 43% dari estimasi laba penuh tahun 2026 versi UOB Kay Hian dan 53% dari konsensus pasar.
Untuk angka kuartal terbaru atau laporan keuangan audited, sebaiknya dicek langsung di laporan keuangan resmi AMMN di idx.co.id.
Dividen
Sumber yang kami cek tidak menyebutkan riwayat atau kebijakan pembagian dividen AMMN. Investor yang mengincar saham untuk dividen sebaiknya mengecek keterbukaan informasi resmi di idx.co.id sebelum mengambil keputusan.
Pergerakan harga saham AMMN
Harga AMMN per 18 Oktober 2026 berada di Rp3.740 per lembar, jauh di bawah titik tengah rentang 52 minggunya yang membentang dari Rp2.710 hingga Rp8.450. Posisi ini lebih dekat ke batas bawah rentang tahunan ketimbang batas atasnya.
Dalam sebulan terakhir saham ini turun 23,7%, dalam tiga bulan turun 5,1%, dan dalam setahun ambles 52,8%. Rata-rata volume transaksi harian dalam tiga bulan terakhir tercatat 74,83 juta lembar per hari, menunjukkan saham ini masih cukup aktif diperdagangkan meski harganya tertekan.
Pelemahan tajam dalam sebulan terakhir sebagian besar terjadi dalam waktu sangat singkat. Pada penutupan Kamis, 15 Oktober 2026, AMMN masih berada di Rp4.390 per saham, naik 1,39% dari hari sebelumnya, menurut laporan journalistindependent.com. Namun pada sesi pertama perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, saham ini anjlok 14,8% menurut Kompas.com, bersamaan dengan IHSG yang terjun 11,25%. Penurunan 14,8% dari level Rp4.390 itu membawa harga ke kisaran Rp3.740, level yang sama dengan harga terakhir dalam data per 18 Oktober 2026.
Berita dan katalis terbaru
Beberapa peristiwa yang menggerakkan saham AMMN dalam beberapa bulan terakhir:
16 Oktober 2026: IHSG anjlok akibat usulan MSCI. Menurut Kompas.com, IHSG ambruk 11,25% ke level 5.204,018 pada sesi kedua setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. AMMN melemah 14,8% pada sesi pertama hari itu, di antara saham-saham berkapitalisasi besar lain yang rontok seperti DSSA (-14,9%), BBCA (-14%), BBRI (-12,3%), dan BMRI (-8,5%). Perdagangan bahkan sempat dihentikan sementara (trading halt) saat tekanan jual memuncak; hanya 13 saham menguat dari ribuan saham yang diperdagangkan hari itu.
15 Oktober 2026: sinyal teknikal trading buy. Sehari sebelum koreksi besar itu, journalistindependent.com melaporkan AMMN ditutup menguat 1,39% ke Rp4.390, didukung pola candlestick Hammer serta penguatan indikator RSI dan kenaikan volume transaksi. Artikel tersebut mencatat skenario trading buy berlaku jika harga menembus Rp4.400, dengan support di Rp4.280 dan resistance di Rp4.620. Apa yang terjadi sehari berikutnya menunjukkan bagaimana sentimen makro yang besar bisa membatalkan skenario teknikal jangka pendek.
28 September 2026: laba kuartal II 2026 melonjak. Kompas.com melaporkan laba bersih AMMN meningkat 110,9% secara kuartalan berdasarkan riset UOB Kay Hian, ditopang kenaikan penjualan konsentrat dan produksi emas olahan seiring ramp-up precious metals refinery.
16 September 2026: masuk daftar saham pilihan jelang keputusan The Fed. Liputan6.com mencatat AMMN masuk dalam daftar rekomendasi saham dari BNI Sekuritas bersama BUMI, MEDC, dan RAJA menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve, di tengah IHSG yang saat itu tertekan aksi jual asing.
Pesaing di BEI
- MDKA (Merdeka Copper Gold) punya portofolio tambang lebih beragam, mencakup tembaga, emas, dan nikel di beberapa lokasi berbeda, berbeda dengan AMMN yang terkonsentrasi di satu kompleks tambang Batu Hijau.
- ANTM (Aneka Tambang) adalah BUMN tambang dengan lini produk emas, nikel, dan bauksit, dengan struktur kepemilikan negara yang berbeda dari AMMN yang sahamnya dikuasai kelompok usaha swasta.
- PSAB (J Resources Asia Pasifik) adalah perusahaan tambang emas dengan skala operasi lebih kecil dibanding AMMN yang punya smelter tembaga dan refinery emas terintegrasi.
Risiko
- Risiko harga komoditas. Pendapatan AMMN sangat bergantung pada harga tembaga dan emas dunia yang berfluktuasi mengikuti permintaan global dan kebijakan moneter negara-negara besar.
- Risiko konsentrasi operasional. Seluruh produksi AMMN bertumpu pada satu kompleks tambang di Sumbawa beserta smelter dan refinery di Benete. Gangguan operasional di satu lokasi ini bisa berdampak besar ke seluruh pendapatan perusahaan.
- Risiko regulasi dan klasifikasi pasar. Usulan MSCI untuk mereklasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market ke standalone market, seperti diberitakan Kompas.com pada 16 Oktober 2026, berpotensi memengaruhi arus dana asing ke saham-saham besar BEI termasuk AMMN.
- Volatilitas harga tinggi. Rentang 52 minggu AMMN terbentang dari Rp2.710 hingga Rp8.450, jarak yang sangat lebar untuk saham berkapitalisasi besar. Penurunan 14,8% dalam satu sesi perdagangan pada 16 Oktober 2026 menunjukkan saham ini bisa bergerak tajam dalam waktu singkat.
- Risiko likuiditas saat panik pasar. Berita Kompas.com mencatat perdagangan bursa sempat dihentikan sementara melalui mekanisme trading halt saat tekanan jual memuncak, kondisi yang bisa mempersulit eksekusi transaksi di momen tertentu.
- Kinerja historis bukan jaminan ke depan. Lonjakan laba dan EBITDA pada kuartal II 2026 sebagian besar terjadi dari basis yang rendah karena smelter baru kembali beroperasi penuh pada akhir 2025, menurut catatan analis UOB Kay Hian. Keberlanjutan tren ini di kuartal-kuartal berikutnya tidak bisa dipastikan dari data yang tersedia.
Apa artinya buat investor
Beberapa hal konkret yang bisa dipantau dari saham AMMN ke depan:
- Level harga terhadap rentang 52 minggu. Harga Rp3.740 saat ini jauh di bawah titik tengah rentang Rp2.710-Rp8.450. Pergerakan di sekitar area Rp4.280-Rp4.620, level support-resistance yang disebut journalistindependent.com pada 15 Oktober 2026, bisa jadi acuan untuk menilai apakah tekanan jual mereda atau berlanjut.
- Kelanjutan proses reklasifikasi MSCI. Usulan MSCI mengubah status pasar saham Indonesia dari emerging market ke standalone market, seperti diberitakan Kompas.com pada 16 Oktober 2026, masih berupa usulan. Keputusan final dan dampaknya terhadap arus dana asing di saham-saham besar seperti AMMN layak dipantau.
- Laporan keuangan kuartal III dan IV 2026. Setelah lonjakan laba kuartal II 2026 yang ditopang ramp-up smelter dan PMR, angka kuartal berikutnya akan menunjukkan apakah margin tinggi tersebut bisa dipertahankan atau kembali normal.
- Volume transaksi harian. Rata-rata volume 74,83 juta lembar per hari dalam tiga bulan terakhir bisa jadi pembanding untuk menilai apakah minat pasar terhadap AMMN menguat atau melemah.
- Volatilitas tinggi perlu disesuaikan dengan toleransi risiko. Pergerakan 14,8% dalam satu sesi pada 16 Oktober 2026 menunjukkan saham ini bisa berayun tajam akibat sentimen makro yang tidak selalu berkaitan langsung dengan kinerja perusahaan.
Cara beli saham AMMN
Satu lot saham AMMN terdiri dari 100 lembar. Dengan harga Rp3.740 per lembar per 18 Oktober 2026, nilai satu lot adalah Rp374.000 di luar biaya transaksi dari sekuritas.
Untuk membeli saham AMMN, langkah umumnya adalah membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar sebagai anggota bursa di BEI. Setelah rekening aktif dan dana disetor, order beli AMMN bisa dipasang lewat aplikasi trading sekuritas tersebut pada jam perdagangan bursa.
Artikel ini bersifat informasi untuk membantu memahami profil saham AMMN, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual.
Sumber
- Yahoo Finance
- Wikipedia · Amman Mineral Internasional
- journalistindependent.com · IHSG Tertekan, Tapi Saham CTRA dan AMMN Masuk Radar Trading Buy
- liputan6.com · Rekomendasi Saham Jelang Keputusan The Fed: BUMI, MEDC, AMMN hingga RAJA
- money.kompas.com · Laba AMMN Meroket 111 Persen, Target Saham Dipatok Segini
- money.kompas.com · IHSG Anjlok 11,25 persen, Saham DSSA, BBCA, hingga AMMN Rontok
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.