Saham GOTO: Profil GoTo Gojek Tokopedia, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
GOTO diperdagangkan Rp24 per lembar per 20 Oktober 2026, dekat level terendah 52 minggu, di tengah aksi buyback dan pembatalan saham tresuri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
GOTO adalah kode saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini mengoperasikan ekosistem digital yang mencakup transportasi dan layanan on-demand lewat Gojek, e-commerce lewat Tokopedia, serta layanan teknologi finansial. GoTo terbentuk dari penggabungan Gojek dan Tokopedia pada Mei 2021 dan resmi melantai di bursa pada April 2022.
Ringkasan saham GOTO
Data di bawah ini per 20 Oktober 2026, dari Yahoo Finance dan sumber berita yang kami cek.
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kode | GOTO |
| Nama resmi | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk |
| Sektor/subsektor | Teknologi, ekosistem digital, mencakup e-commerce, transportasi daring, dan fintech |
| Tahun IPO | 2022 |
| Harga terakhir | Rp24 per lembar |
| Harga 1 lot | Rp2.400 (100 lembar) |
| Rentang 52 minggu | Rp23 - Rp73 |
| Kinerja 1 bulan | -52,0% |
| Kinerja 3 bulan | -52,0% |
| Kinerja 1 tahun | -56,4% |
| Indeks (LQ45/IDX30) | belum ada di sumber yang kami cek |
Bisnis GoTo
GoTo menjalankan tiga lini bisnis utama. Pertama, layanan on-demand lewat Gojek, mencakup transportasi roda dua dan roda empat serta pengiriman barang dan makanan. Kedua, e-commerce lewat Tokopedia, marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli. Ketiga, layanan teknologi finansial yang menyediakan pembayaran digital dan produk keuangan untuk mitra dan konsumen di ekosistem GoTo.
Skala masing-masing lini bisa dilihat dari data nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) tahun 2021, periode sebelum IPO. Saat itu GTV total GoTo mencapai Rp461,6 triliun, naik 40% dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, Tokopedia menyumbang Rp230,6 triliun (tumbuh 46%), layanan fintech Rp214,9 triliun, dan layanan on-demand Rp50,3 triliun. GTV adalah total nilai transaksi yang mengalir di platform, bukan pendapatan perusahaan.
Di luar bisnis inti, GoTo punya komitmen keberlanjutan bernama "Tiga Nol": nol emisi karbon, nol sampah, dan nol hambatan. Salah satu wujudnya adalah uji coba kendaraan listrik bersama mitra, melibatkan 500 sepeda listrik dan 14 stasiun penukaran baterai. GoTo juga membentuk ventura bersama bernama Electrum dengan PT Karya Baru TBS, bagian dari TBS Energi Utama Tbk (TOBA), untuk mengembangkan ekosistem motor listrik di Indonesia.
Sejarah singkat dan IPO
Gojek berawal dari pusat panggilan ojek di Jakarta pada 2010, melayani 20 pengemudi. Pada 2015 Gojek beralih jadi aplikasi smartphone dan mulai dapat pendanaan Seri A dari NSI Ventures, Sequoia Capital, dan sejumlah investor lain. Setahun kemudian, setelah pendanaan dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Market, Gojek jadi unicorn pertama Indonesia dengan jumlah pesanan lebih dari 300.000 per hari.
Tokopedia didirikan lebih dulu, pada 17 Agustus 2009, oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, sebagai marketplace antarkonsumen. Perusahaan ini berkembang lewat serangkaian pendanaan dari Indonusa Dwitama, East Ventures, CyberAgent Ventures, Netprice, hingga SoftBank Ventures Korea. Titik pentingnya terjadi pada 2014 saat Tokopedia jadi perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang menerima investasi US$100 juta dari Sequoia Capital dan SoftBank. Alibaba masuk sebagai investor pada 2017 dengan suntikan US$1,1 miliar, lalu kembali ikut pendanaan senilai US$1,1 miliar pada Desember 2018 bersama SoftBank Vision Fund, yang mendorong valuasi Tokopedia ke sekitar US$7 miliar.
Gojek dan Tokopedia resmi bergabung pada 17 Mei 2021, membentuk GoTo. Nama ini singkatan dari Gojek-Tokopedia, sekaligus terinspirasi kata "gotong royong". Secara teknis, Tokopedia diakuisisi menjadi anak usaha Gojek lewat badan hukum PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, yang kemudian berganti nama jadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Gabungan dua perusahaan ini diklaim berkontribusi sekitar 2% ke PDB Indonesia.
GoTo mengumumkan rencana IPO pada 15 Maret 2022 dengan target penggalangan dana Rp15,2 triliun atau setara US$1,1 miliar. Pada 11 April 2022, GoTo resmi melantai di BEI dengan melepas 3,43% saham ke publik seharga Rp338 per lembar, meraup dana Rp15,8 triliun. IPO ini jadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia, dan GoTo tercatat sebagai dekacorn pertama yang melantai di bursa Asia Tenggara. Pada 2023, GoTo membatalkan rencana listing di luar negeri, dengan alasan kondisi kas perusahaan dinilai cukup meyakinkan untuk bertahan tanpa pendanaan tambahan dari luar.
Pemegang saham dan manajemen
Per data yang kami cek, Hans Patuwo menjabat Direktur Utama GoTo, dan Agus Martowardojo menjabat Komisaris Utama. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama.
RUPSLB yang sama juga menyetujui pembatalan 32.186.417.803 saham Seri A, setara 2,7% dari saham beredar, lewat skema pengurangan modal perseroan. Saham tresuri ini berasal dari program buyback yang berjalan sejak 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025. Awalnya saham ini rencananya dipakai untuk program kepemilikan saham karyawan dan direksi (ESOP/MSOP) yang sempat disetujui RUPSLB 18 Juni 2025, tapi manajemen mengubah rencana itu jadi pembatalan saham lewat pengurangan modal, dengan konsekuensi perubahan Anggaran Dasar Pasal 4 ayat 2 soal modal disetor.
Terpisah dari batch yang dibatalkan itu, laporan pada 19 Oktober 2026 menyebut GoTo masih menjalankan buyback lanjutan. Dalam dua hari perdagangan, 15-16 Oktober 2026, perusahaan membeli total 3,7 miliar lembar saham GOTO, sehingga total saham tresuri naik jadi 5,67% dari saham beredar. Ini menunjukkan ada aktivitas buyback yang masih berjalan di luar batch yang sudah disetujui untuk dibatalkan.
Detail persentase kepemilikan pemegang saham mayoritas atau individual tidak tersedia di sumber yang kami cek. Untuk rincian lengkap struktur kepemilikan, pembaca bisa mengecek laporan tahunan dan keterbukaan informasi resmi di idx.co.id.
Kinerja keuangan terbaru
Angka keuangan yang tersedia di sumber yang kami cek adalah data tahun 2021, sebelum IPO. Saat itu GoTo mencatat GTV Rp461,6 triliun, naik 40% dari tahun sebelumnya, dengan pendapatan bruto Rp17 triliun, tumbuh 44% secara tahunan. Tidak ada angka pendapatan, laba bersih, atau rugi bersih untuk periode setelah 2021 dalam sumber yang kami cek, termasuk untuk tahun-tahun terbaru seperti 2024 atau 2025.
Karena keterbatasan ini, kami tidak bisa menyajikan tren laba atau rugi GoTo dalam beberapa tahun terakhir secara akurat. Investor yang ingin melihat kinerja keuangan terkini sebaiknya mengecek laporan keuangan triwulanan dan tahunan resmi GoTo di idx.co.id atau laman investor relations perusahaan.
Dividen
Sumber yang kami cek tidak menyebutkan riwayat pembagian dividen atau kebijakan dividen resmi GoTo. Untuk informasi dividen yang akurat dan terkini, pembaca disarankan memeriksa pengumuman resmi emiten atau laporan tahunan di idx.co.id.
Pergerakan harga saham GOTO
Per 20 Oktober 2026, saham GOTO diperdagangkan di Rp24 per lembar, sangat dekat dengan titik terendah rentang 52 minggunya di Rp23, dan jauh dari titik tertinggi Rp73. Penurunan harga tercatat merata antara periode satu bulan dan tiga bulan terakhir, sama-sama -52,0%, yang mengindikasikan sebagian besar pelemahan dalam setahun terjadi dalam tiga bulan terakhir. Secara tahunan, saham ini turun 56,4%.
Meski harganya rendah, likuiditas transaksi GOTO tergolong sangat tinggi. Rata-rata volume harian dalam tiga bulan terakhir mencapai 5,10 miliar lembar saham. Ini sejalan dengan catatan pada 19 Oktober 2026, saat GOTO menjadi saham paling aktif diperdagangkan dari sisi volume di sesi pagi, dengan transaksi 5.936.025.100 saham, jauh di atas saham-saham lain yang masuk daftar teraktif hari itu.
Berita dan katalis terbaru
Beberapa kejadian berikut relevan dipantau investor GOTO dalam beberapa pekan terakhir:
- 19 Oktober 2026 (Fortune Indonesia): GOTO menjadi saham teraktif di awal sesi perdagangan, dengan volume transaksi 5.936.025.100 saham, saat IHSG dibuka melemah ke level 4.961,88.
- 14 Oktober 2026 (The Iconomics, Pantau): RUPSLB GoTo menyetujui seluruh agenda, termasuk pembatalan 32,18 miliar saham tresuri (2,7% saham beredar) hasil buyback Juni 2024-Juni 2025, dan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama. Direktur Utama Hans Patuwo mengatakan lewat keterangan tertulis, "Di tengah dinamika lingkungan usaha yang terus berkembang, kami senantiasa memastikan ekosistem GoTo tumbuh berkelanjutan, dengan mendukung penghasilan mitra pengemudi, membantu mitra merchant mengembangkan usahanya, serta menyediakan layanan yang diandalkan oleh konsumen." Komisaris Utama Agus Martowardojo menambahkan bahwa pembatalan saham tresuri "akan memberikan manfaat bagi para pemegang saham melalui peningkatan porsi kepemilikan mereka secara proporsional, sekaligus memperbesar partisipasi mereka dalam pertumbuhan GoTo ke depan."
- 19 Oktober 2026 (IDN Financials): Laporan perubahan kepemilikan saham di atas 5% menunjukkan GoTo masih aktif melakukan buyback. Dalam dua hari perdagangan, 15-16 Oktober 2026, perusahaan membeli total 3,7 miliar lembar saham, membuat total saham tresuri naik jadi 5,67% dari saham beredar.
Pesaing di BEI
- BUKA (Bukalapak.com Tbk): fokus murni di marketplace e-commerce, tanpa lini ride-hailing atau fintech seluas GoTo.
- EMTK (Elang Mahkota Teknologi Tbk): perusahaan holding media dan teknologi dengan portofolio investasi digital yang lebih terdiversifikasi lintas sektor.
- MCAS (M Cash Integrasi Tbk): berfokus pada pembayaran digital dan jaringan agen, dengan skala bisnis yang lebih sempit dibanding ekosistem gabungan transportasi, e-commerce, dan fintech milik GoTo.
Risiko
- Risiko sektor: GoTo beroperasi di sektor yang kompetisinya ketat, mulai dari ride-hailing, e-commerce, sampai fintech, dengan banyak pemain lokal dan asing yang bersaing merebut pangsa pasar.
- Risiko regulasi: aturan ketenagakerjaan untuk mitra pengemudi, regulasi e-commerce, dan aturan perlindungan data konsumen bisa berubah sewaktu-waktu dan memengaruhi model bisnis GoTo.
- Konsentrasi lini usaha: pendapatan grup bertumpu pada tiga segmen utama, on-demand, e-commerce, dan fintech. Pelemahan signifikan di salah satu segmen berpotensi menekan kinerja keseluruhan.
- Likuiditas dan harga saham rendah: GOTO punya volume transaksi sangat tinggi, tapi harganya yang berada di kisaran puluhan rupiah membuat pergerakan persentase harga bisa besar hanya dengan perubahan nominal kecil.
- Perubahan struktur modal: aksi buyback dan pembatalan saham tresuri yang masih berjalan bisa memengaruhi jumlah saham beredar ke depan, sesuatu yang perlu dipantau investor saat menghitung valuasi per saham.
- Perubahan manajemen: pengunduran diri Wakil Direktur Utama Catherine Hindra Sutjahyo per Oktober 2026 menandai pergantian di jajaran direksi, yang bisa jadi hal yang dipantau terkait kesinambungan strategi perusahaan.
- Keterbatasan data valuasi: karena sumber yang kami cek tidak memuat angka laba atau rugi terbaru, penilaian valuasi GoTo secara kuantitatif sulit dilakukan dari artikel ini saja. Pengecekan laporan keuangan resmi di idx.co.id disarankan sebelum menilai mahal atau murahnya saham ini.
Apa artinya buat investor
- Program buyback GoTo masih berjalan. Saham tresuri naik ke 5,67% dari saham beredar per 16 Oktober 2026, terpisah dari batch 32,18 miliar saham yang sudah disetujui untuk dibatalkan. Keterbukaan informasi BEI berikutnya layak dipantau untuk melihat apakah pembelian ini berlanjut dan bagaimana dampaknya terhadap jumlah saham beredar.
- Harga saat ini, Rp24 per lembar, berada tepat di atas batas bawah rentang 52 minggu di Rp23. Level ini bisa jadi acuan posisi harga relatif terhadap kisaran setahun terakhir, tanpa berarti harga akan bertahan atau berbalik dari titik tersebut.
- Laporan keuangan GoTo di luar data 2021 belum tersedia di sumber yang kami cek. Jadwal rilis laporan kuartalan berikutnya bisa dicek di idx.co.id untuk melihat perkembangan pendapatan dan laba rugi terbaru.
- Posisi Wakil Direktur Utama yang ditinggalkan Catherine Hindra Sutjahyo per 14 Oktober 2026 masih perlu diisi. Pengumuman resmi soal pengganti, kalau ada, relevan dipantau karena berkaitan dengan kesinambungan manajemen.
- Volume transaksi GOTO tergolong sangat tinggi, rata-rata 5,10 miliar lembar per hari dalam tiga bulan terakhir. Likuiditas setinggi ini berarti perubahan harga bisa terjadi cepat dalam volume besar, terutama saat ada aksi korporasi seperti buyback.
Cara beli saham GOTO
Satu lot saham di BEI terdiri dari 100 lembar. Dengan harga GOTO Rp24 per lembar per 20 Oktober 2026, nilai satu lot sekitar Rp2.400, belum termasuk biaya transaksi dari sekuritas. Untuk membeli saham ini, investor perlu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar sebagai anggota bursa di BEI. Setelah rekening aktif dan dana disetor, pembelian saham GOTO bisa dilakukan lewat aplikasi trading saham milik sekuritas tersebut, mengikuti mekanisme tawar-menawar di pasar reguler BEI.
FAQ
Apakah GOTO rutin membagikan dividen?
Belum ada data riwayat atau kebijakan dividen GOTO di sumber yang kami cek. Untuk kepastian, cek pengumuman resmi emiten atau laporan tahunan di idx.co.id.
Berapa harga 1 lot GOTO?
Per 20 Oktober 2026, harga saham GOTO Rp24 per lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) senilai sekitar Rp2.400.
Apakah GOTO masuk indeks LQ45 atau IDX30?
Sumber yang kami cek tidak menyebutkan status GOTO di LQ45 maupun IDX30 saat ini. Status keanggotaan indeks bisa dicek langsung di laman resmi BEI.
Apa bedanya GOTO dengan BUKA (Bukalapak)?
GOTO menaungi ekosistem gabungan ride-hailing dan on-demand lewat Gojek, e-commerce lewat Tokopedia, dan layanan fintech. BUKA fokus pada satu lini, yaitu marketplace e-commerce, tanpa segmen transportasi atau fintech sebesar GoTo.
Kenapa harga saham GOTO turun tajam dalam setahun terakhir?
Berdasarkan data harga, GOTO turun 56,4% dalam satu tahun hingga 20 Oktober 2026 dan berada dekat level terendah 52 minggu di Rp23. Sumber yang kami cek tidak merinci penyebab spesifik di luar pergerakan harga dan volume transaksi yang tinggi.
Apa itu saham tresuri yang dibatalkan GoTo?
Saham tresuri adalah saham yang dibeli kembali perusahaan dari pasar lewat program buyback. GoTo membatalkan 32,18 miliar saham tresuri, setara 2,7% saham beredar, hasil buyback periode Juni 2024 hingga Juni 2025, setelah disetujui dalam RUPSLB 14 Oktober 2026.
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham GOTO.
Sumber
- Yahoo Finance
- Wikipedia · GoTo Gojek Tokopedia
- fortuneidn.com · 10 Saham Teraktif Pagi Ini 19 Oktober 2026, GOTO Teratas
- theiconomics.com · Pemegang Saham GoTo Setujui Seluruh Agenda RUPSLB 2026
- pantau.com · RUPSLB GoTo Setujui Pengunduran Diri Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Wakil Direktur Utama, Batalkan 32 Miliar Saham Tresuri
- idnfinancials.com · Aksi buyback GOTO berlanjut, total saham treasuri jadi 5,67%
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.